
Ada banyak generasi muda yang tanpa sadar menghabiskan waktunya dengan doom scrolling media sosial. Jempol terus bergerak, layar berganti, dan waktu habis begitu saja. Melihat fenomena ini, Basic Step Community menghadirkan kegiatan bertajuk Basic City: This is What Community Feels Like yang diselenggarakan di kota Depok dan Bandung sebagai ruang interaksi dan tumbuh bersama generasi muda.
Kapan Diselenggarakannya Kegiatan Basic City?
Kegiatan ini diselenggarakan di dua tempat berbeda, Acara pertama dilaksanakan pada hari Sabtu, 06 Desember 2025 pukul 15.00 wib sampai dengan selesai di Kota Depok. Berlokasi di Cornelis, Pancoran Mas yang tak lagi sekedar tempat singgah. Ia berubah menjadi ruang yang aman. Untuk Stepper yang datang dengan pakaian kasual dan cerita yang berbeda-beda. Lalu keenam Stepper duduk sejajar membuka sesi percakapan yang tumbuh secara pelan-pelan, dan tidak dipaksa. Mereka dapat tertawa kecil, ada juga jeda hening yang tak membuat Stepper canggung. Karena Basic City tidak hanya menawarkan keramaian, melainkan kehadiran untuk duduk bersama.
Selanjutnya, digelar pada hari Minggu, 07 Desember 2025 di kota Bandung. Sebagai upaya memperkuat ruang pertemuan dari banyaknya latar belakang Stepper dan mewakili setiap daerahnya masing-masing. Basic City mengingatkan bahwa komunitas tak selalu harus rumit. Kadang Stepper butuh ruang untuk sama-sama hadir, saling mendengar, dan bertumbuh bersama. Di sanalah makna komunitas yang sebenarnya sedang bertumbuh. Meski diselenggarakan dengan sederhana, tapi terasa dekat dan pastinya relevan sesuai kebutuhan Stepper.
Basic Step sengaja mengagendakan di tempat terbuka. Karena kegiatan ini mengusung tema Basic City: This is what community feels like. Di mana Basic Step tidak sekadar mengumpulkan para Stepper, tapi juga untuk merawat perasaan saling terhubung. Sebab pada akhirnya, komunitas bukan tentang seberapa besar acara ini dibuat, melainkan seberapa banyak manfaat yang diperoleh bagi Stepper.
Sesi Q & A
Seperti halnya satu anggota Stepper yang hadir ini, Kiya datang dengan niat untuk menambah relasi dan pengalaman baru di Basic Step. Tapi tak seperti banyak Stepper lainnya, ia pulang dengan membawa sesuatu yang tak bisa di-screenshot.
Tahu tidak? rasanya seperti sedang terhubung dengan kesempatan baru setelah lama tak bertemu, menyapa, dan bertukar cerita lintas latar belakang. Kehadiran Kiya menambah suasana seru selama berdiskusi santai dan merasa diterima tanpa harus terlihat produktif di setiap saat. Di Basic Step kita kembali belajar, bertumbuh, dan berdampak sama hebatnya. Inilah yang dirasakan oleh Kiya dan Zara bawa kehadiran Basic City menjadi ruang diskusi yang hangat untuk para Stepper.
Fida: Bisa diceritakan secara singkat pengalaman kak Kiya selama mengikuti kegiatan Basic City?
Kiya: Basic City membuatku jadi punya pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus bermakna. Dari awal datang, suasananya sudah terasa berbeda guys, lebih hangat, santai, dan nggak mengintimidasi. Aku merasa datang bukan sebagai orang baru, tapi sebagai bagian dari komunitas yang siap saling menyapa dan berbagi cerita.
Fida: Hal paling seru apa sih yang paling kak Zara rasakan selama kegiatan berlangsung di Basic City?
Zara: Oh yach keseruannya itu justru datang dari hal-hal yang sederhana. Seperti pas aku mulai ngobrol tanpa merasa canggung dengan para Stepper yang memiliki latar belakang yang berbeda. Diskusinya juga cukup ringan dan mengalir, sampai tertawa bareng tanpa harus sibuk pegang layar pintar. Rasanya seperti aku yang menemukan sebuah jeda dari banyaknya rutinitas dan doom scrolling yang biasa dilakukan.
Fida: Pengalaman apa sih yang paling berkesan bagi kak Zara dari kegiatan Basic City?
Zara: Yang paling berkesan itu karena ada rasa terhubung dan dekat komunitas. Disini aku bisa membangun relasi baru secara langsung, bertukar perspektif, dan merasa didengar. Itu pengalaman yang jarang aku temui selama di kampus. Lewat kegiatan Basic City yang mengusung tema This is what community feels like. Ternyata selama bergabung di Basic City semua terasa mudah, enjoy, trus kegiatannya seru banget, bahkan inklusif sekali. So, aku jadi merasa aman untuk jadi diri sendiri.
Fida: Apakah ada nilai atau pelajaran yang kak Kiya dapatkan dari kegiatan Basic Step?
Kiya: Aku belajar bahwa komunitas Basic Step bukan soal seberapa besar atau seberapa megahnya acara yang dibuat, tapi seberapa tulus ruang yang diciptakan. Basic City mengajarkan aku pentingnya kehadiran, interaksi manusiawi, dan dukungan emosional di tengah kehidupan yang serba cepat dan individualistik sekarang ini.
Fida: Apa harapan kak Kiya untuk kegiatan Basic Step kedepannya?
Kiya: Aku berharap Basic Step bisa terus hadir di lebih banyak kota dan menjangkau lebih banyak anak muda. Karena kegiatan Basic City ini benar-benar dibutuhkan generasi muda sebagai ruang untuk pulang sejenak, ruang bertemu, bercerita bersama dan ruang bertumbuh bersama.
Fida: Terakhir, apa pesan kak Kiya untuk generasi muda yang masih ragu ikut kegiatan komunitas seperti Basic Step?
Kiya: Kalau capek sama rutinitas dan doom scrolling, mungkin ini saatnya teman-teman coba untuk hadir secara nyata. Datang, duduk, dan ngobrol bareng Stepper. Karena di Basic Step, aku banyak belajar bahwa komunitas yang sederhana ini bisa tampak nyata buat tumbuh dan tahu kedepannya harus apa dan mau ngapain aja sih. Cek situsnya di Basic Step, banyak banget lho program-program yang menunjang career preparation atau teman belajar daring.
Closing
Komunitas Basic Step tidak sekedar menjadi wadah kreativitas, tapi perjalanan generasi muda untuk bisa membangun relasi dan kohesi. Di tengah kecepatan digitalisasi yang serba cepat, Basic City: This is What Community Feels Like dinilai mampu menghadirkan kembali makna komunitas yang sederhana, dekat, dan relevan dengan kebutuhan Stepper.